MAKALAH
METODE ILMIAH
“PENENTUAN SAMPEL”
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK X (SEMBILAN)
1.
M. RONY YAHYA : 14.101020.005
2.
ANISAH RAFIKAH : 14.101020.013
3. SUSYANTI :
14.101020.049
MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa,atas anugerahnya yang telah dilimpahakan, sehingga tugas
ini bisa selesai tepat pada waktunya. Kami berharap makalah ini yang mana dengan
materi yaitu, penentuan
sampel dapat bermanfaat untuk manambah wawasan dan labih mandalami pengetahuan
tantangteknik penentuan sampel.
Saya mangucapkan terima kasih kepada
bapak Gazali Salim ,selaku dosen pengampu. Kami menyadari bahwa makalah ini
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari
pambaca. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.
Tarakan
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
................................................................................................... i
KATA PENGANTAR
...................................................................................................ii
DAFTAR
ISI
.................................................................................................................iii
BAB
I. PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang
................................................................................................ 1
b.
Rumusan
Masalah
........................................................................................... 2
c. Tujuan Pembahasan
........................................................................................ 2
BAB
II. PEMBAHASAN
a.
Metode Pengambilan Sampel................................................................................
3
b.
Random Sampling.................................................................................................
5
c.
Metode
Pengambilan Sampel Non Random
.........................................................13
d.
Besar Sampel
.........................................................................................................14
e.
Kelemahan Sampel................................................................................................
16
BAB
III.
PENUTUP
a.
Kesimpulan.....................................................................................................
17
b.
Saran………………………………………………………………………………….17
DAFTAR
PUSAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Populasi
adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Anggota populasi bisa benda hidup
atau benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati.
Populasi yang tidak pernah diketahui dengan pasti jumlahnya disebut “Populasi
Infinitif” atau tidak terbatas dan populasi yang diketahui dengan pasti
jumlahnya (Populasi yang dapat diberi nomor identifikasi, misalnya murid
sekolah, mahasiswa, disebut “Populasi finit”.
Suatu
kelompok objek yang berkembang terus (Melakukan proses sebagai akibat kehidupan
atau proses kejadian) adalah populasi infinitif. Misalnya penduduk suatu negara
adalah populasi infinit karena setiap waktu terus berubah jumlahya. Apabila
penduduk tersebut dibatasi dalam waktu dan tempat, maka populasi yang infinit
bisa berubah menjadi populasi yang finit. Misalnya penduduk suatu negara adalah
populasi yang infinit karena setiap waktu terus berubah jumlahnya. Apabila
penduduk tersebut dibatasi oleh waktu dan tempat, maka populasi yang infinit
bisa berubah menjadi populasi yang finit.
Umumnya
populasi yang infinit adalah teori saja, sedangkan kenyataan dalam prakteknya
semua benda hidup tergolong populasi yang finit. Bila dinyatakan bahwa 60%
penduduk Indonesia adalah nelayan, ini berarti bahwa dalam 100 orang penduduk
Indonesia, ada 60 orang nelayan. Hasil pengukuran atau karakteristik dari
populasi itu disebut “Parameter”. Jadi, populasi yang didapat harus didapat
harus didefinisikan dengan jelas termasuk didalamnya ciri dimensi waktu dan
tempat.
Sampel
adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (menurut arti kata
sampel berarti contoh)
Pengambilan
sampel dilakukan dalam rangka:
1.
Penghematan biaya,
tenaga, dan waktu lebih mudah
2.
Memberi informasi yang lebih banyak
dan mendalam
3.
Lebih cepat dan lebih mudah
4.
Dapat ditangani lebih teliti
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.
Mengapa di lakukan pengambilan sampel
2.
Mengapa
penelitian harus mendapatkan hasil yang akurat
C.
Tujuan Pembahasan
1.
Untuk
memudahkan proses penelitian. Karena populasi terlalu banyak
2.
Menghindarkan terjadinya bias,
kesalahan dalam proses penelitian.
3.
Untuk menghemat biaya dan tenaga
serta waktu.
BAB
II
PEMBAHASAN
pengambilan
sampel beranekaragam maka cara pengambilan sampel harus disesuaikan berdasarkan
tujuan penelitian dan kondisi populasi, seperti luas, sebaran, dan sebagainya.
A. Metode
pengambilan sampel
Sampling adalah teknik cara atau
teknik yang dipergunakan untuk mengambil sampel. Pada dasarnya ada dua cara
pengambilan sampel (Random sampling dan non random sampling) (DJarwanto, 1985 :
114).
Keuntungan
utama dari sampling dibandingkan dengan pencatatan menyeluruh (sensus) adalah :
1.
Penyelidikan
biaya yang terbatas (reduced cost).
2.
Menghemat waktu
dan tenaga (greater spreeder).
3.
Penghematan
pada hal-hal khusus.
Kelemahan-kelemahan
sampling:
Dalam keadaan
tertentu faedah dari sampling menimbulkan keragu-raguan. dapat disebutkan
sebagai berikut :
1. Jika data yang diperlukan dari wilayah-wilayah yang amat kecil maka
diperlukan sampel yang relatif besar populasinya
2.
Jika data yang
dibutuhkan adalah untuk beberapa periode waktu yang teratur dan diperlukan
untuk mengukur perubahan yang sangat kecil dari suatu period ke periode
berikutnya, sampel yang besar mungkin dibutuhkan.
3.
Jika dalam
survai, pengambilan sampel harus dikeluarkan biaya administrasi yang besarnya
luarbiasa disebabkan oleh pekerjaan pemilihan sampel, pengawasan dan
sebagainya, sampling mungkin tidak praktis.
Jenis random sampling :
1.
Pengambilan
sampel acak sederhana (Simple random sampling)
2.
Pengambilan sampel acak stratifikasi
(Stratified random sampling)
3.
Pengambilan sampel acak bertahap
(Multistage random sampling)
4.
Pengambilan sampel secara acak
sistematik (Sistimatic random sampling)
5.
Pengambilan sampel acak kelompok
(cluster random sampling)
6.
Pengambilan sampel dilakukan secara
acak sedemikian rupa sehingga probabilitas
setiap unit sampel diketahui,
sedangkan pengambilan sampel tanpa acak dilakukan sedemikian rupa sehingga
probabilitas setiap unit sampel tidak diketahui dan faktor subjek memegang
peran penting. Oleh karena itu, pengambilan sampel tanpa acak ini, walaupun
dilakukan sedemikian rupa sehingga mempunyai tingkat kewakilan yang tinggi,
tetap dapat diwakili secara objektif. Pengambilan sampel tanpa secara acak ini
digunakan bila kita ingin mengambil sampel yang sangat kecil pada populasi yang
sangat besar karena dengan cara apapun tidak mungkin mendapatkan sampel.
Suatu cara pengambilan sampel
disebut random apabila kita tidak memilih-milih individu yang akan dijadikan
anggota sampel. Seluruh individu dalam populasi m memiliki kesempatan yang sama
untuk dijadikan anggota.
Hal yang perlu diperhatikan dalam tabel bilangan random: Misalnya,
1.
Besarnya
populasi 800 diambil 3 kolom lalu urutkan ke bawah sampai jumlah sampel yang
diinginkan.
2.
Bila diperoleh angka
yang lebih besar dari populasi maka angka tersebut tidak digunakan.
3.
Demikian pula bila memperoleh angka
yang sama dua kali maka satu angka tidak digunakan.
B.
Random
Sampling
1.
Pengambilan sampel secara acak sederhana
(Simple random sampling)
Pengambilan sampel secara acak sederhana adalah
pengambilan sampel sedemikian rupa sehingga sehingga setiap unit dasar
(individu) mempunyai kesempatan yang
sama untuk diambil sebagai sampel.
Syarat- syarat:
1.
Harus mempunyai unit dasar atau sampling
2.
Populasi tersebar
-Keuntungan
:
Pengambilan sampel acak sederhana mempunyai beberapa
keuntungan antara lain :
1. Ketepatan
yang tinggi artinya setiap unit sampel mempunyai probabilitas yang sama untuk
diambil sebanyak untuk diambil sebagai sampel
2.
Kesalahan sampling dapat ditentukan
secara kuantitatif.
3. Dapat dilakukan pada populasi yang besar.
-Kelemahan
Pengambilan sampel secara acak sederhana membutuhkan waktu, tenaga, biaya
yang sangat besar.
-Teknik pelaksanaan pengambilan sampel
Cara pengambilan sampel tergantung besar populasi
1. Bila populasi kecil (dilakukan secara lotre) dibuat daftar semua unit
sampel
2.
Beri nomor secara berurutan
3. Semua unit sampel di tulis pada gulungan kertas
Sedangkan pengambilan sampel dengan populasi besar dilakukan dengan
menggunakan tabel bilangan random dengan cara sebagai berikut :
1. Tentukan
besarnya populasi studi
2.
Buat daftar
unit sampling (sampling frame)
3.
Semua sampling
unit diberi nomor urut agar mudah dalam mencocokkan
4. Pengambilan sampel pertama, tentukan sembarang angka yang terdapat pada
tabel nomor random kemudian ambil kolom sebelahnya yang sesuainya
dengan
banyaknya digit
populasi.
Random sampling
Suatu cara pengambilan sampel disebut random apabila kita tidak
memilih-milih individu yang akan dijadikan anggota sampel. Seluruh individu
dalam populasi m memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel.
Sering Hal yang perlu diperhatikan dalam tabel bilangan random: Misalnya,
1. Besarnya populasi 800 diambil 3 kolom lalu urutkan ke bawah sampai jumlah
sampel yang diinginkan
2.
Bila diperoleh
angka yang lebih besar dari populasi maka angka tersebut tidak digunakan
3. Demikian
pula bila memperoleh angka yang sama dua kali maka satu angka tidak
digunakan.
Bila tidak
mempunyai bil random , pengambilan sampel dapat dilakukan dengan menggunakan
gulungan kertas yang ditulis darii 0 sampai 9 atau disesuaikan dengan besarnya
populasi kemudian diambil sesuai dengan jumlah digit
Probabilitas
teoritis karena besarnya peluang suatu kejadian dapat ditentukan berdasarkan
logika atau teori sebelum peristiwanya terjadi.
Probabilitas
suatu even adalah jumlah hasil yang diharapkan terjadi pada sejumlah event (n)
dibagi dengan jumlah semua kemungkinan yang dapat terja
Pengambil
sampel tanpa acak (Non Random Sampling) yang akan diuraikan adalah
sebagai berikut :
1.
Pengambil sampel seadanya
(Accidental sampling)
2.
Pengambil
sampel berjatah (quota sampling)
3.
Pengambilan
sampel berdasarkan pertimbangan (purposive sampling)
2.
Pengambilan
Sampel Acak Stratifikasi (Stratified Random Sampling)
Populasi dibagi-bagi menjadi beberapa bagian/ subpopulasi/ stratum.
Angota-anggota dari sub-populasi (stratum) dipilih secara random, kemudian
dipilih secara random, kemudian dijumlahkan
1.
Pengambilan
sampel dilakukan dengan membagi populasi ke dalam beberapa strata, dimana
setiap strata adalah homogen. Antar strata ada sifat yang
2.
Berbeda
kemudian dilakukan dengan pengambilan sampel pada setiap strata yang
berbeda
·
Ciri-ciri:
1.
Deviasi standar lebih kecil
dibandingkan dengan pengambilan sampel acak sederhana. Hal ini dapat terjadi
bila pengelompokan dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu kelompok
mempunyai perbedaan yang sangat kecil mungkin, sedangkan perbedaan
antarkelompok yang sebesar mungkin dan pengambilan sampel dilakukan secara
proposional.
2.
Pengambilan sampel acak dengan
stratifikasi akan lebih efekti bila dalam distribusi populasi terdapat nilai
ekstrim dianrtara kelompok itu sendiri.
3.
Setiap unit mempunyai peluang yang
sama untuk diambil sebagai sampe.
Keuntungan
Keuntungan
menggunakan pengambilan acak dengan stratifikasi adalah ketepatan yang lebih
tinggi dengan simpangan baku
Proportionate
stratified random sampling
Suatu cara
pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasi tidak homogen yang
terdiri atas kelompok homogen atau berstrata yang kurang secara proporsional.
Dispropotinate
stratified random sampling
Suatu cara
pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasi tidak homogeny
terdiri atas kelompok homogen atau berstrata kurang secara proporsional.
Misalkan
kita bermaksud memperkirakan penghasilan rata-rata pertahun dari (N = 30.000)
kepala keluarga yang bermukim di suatu wilayah pedesaan atau pertanian.
Perkiraan penghasilan rata-rata ini akan didasarkan pada sebuah sampel
berukuran (η = 60). Misalnya populasi itu dapat dibagi-bagi menjadi beberapa
strata, yakni : petani, buruh tani, dan lain-lain.
Stratum
|
Macam Pekerjaan
|
Banyaknya
|
1
|
Petani
|
15.000
|
2
|
Buruh Tani
|
10.000
|
3
|
Lain-lain
|
5.000
|
Jumlah
|
30.000
|
|
Dari stratum pertama kemudian diambil sebuah sampel
random, dari statum kedua juga diambil sebuah sampel random demikian juga pada
stratum ke tiga. Hasilnya kemudian digabungkan menjadi sebuah sampel yang
diperlukan untuk memperkirakan penghasilan rata-rata pertahun.
Apabila
pengambilan banyak individu dari setiap stratum ditentukan sebanding dengan
ukuran-ukuran tiap stratum dan pengambilannya dilakukan secara random,
dinamakan (Proportional Random Sampling). Misalnya dari contoh tersebut
populasi sebanyak 30.000 akan diambil sebuah sampel berukuran 60. Anggota
sampel sebesar 60 ini adalah 1/5 % dari ukuran populasi. Maka dari stratum
petani perlu diambil secara random sebanyak 1/5% dari 15.000 atau 30 orang,
dari stratum buruh tani sebanyak 1/5% dari 10.000 atau 20 orang dan dari
stratum lain-lain sebanyak 1/5% dan dari stratum laim-lain sebanyak 1/5 % dari
sebanyak 1/5 % dari 5000 orang atau 10 orang. Jumlah seluruhnya 60 orang,
sebanyak sampel yang dikehendaki (Djarwanto, 1985 : 86).
Misalnya kita menghendaki sebuah
sampel berukuran 85 dari sebuah populasi yang berukuran 850. Setelah setiap individu dari populasi itu diberi nomor urut 001 sampai
dengan 850. Maka bagilah individu menjadi 85 kumpulan (sub-populasi) dimana
setiap kumpulanSub-populasi pertama berisi individu bernomor 001 sampai dengan
010 sampai dengan 010, sub populasi kedua berisi individu dengan nomor 011
sampai dengan 020 dan seterusnya sampai sub populasi yang ke-85 berisi
individu dengan nomor 841 sampai dengan 850. Dari subpopulasi pertama
kita gunakan “tabel bilangan random” untuk mendapatkan sebuah anggota dari
sampel yang dikehendaki. Misalkan jatuh pada nomor 005, maka dari subpopulasi
kedua diambil individu dengan nomor 005 + 010 = 015, dari kumpulan ketiga
individu bernomor =015 + 010 = 025 dan seterusnya.
Jika dari subpopulasi pertama, individu yang diambil secara random
jatuh pada nomor 003, maka individu berikutnya perlu diselidiki untuk sampel
itu adalah yang bernomor 013, 023, 033….dan seterusnya.
3. Teknik
sampling sistimatik (Systimatik random sampling)
Prosedur :
1) Diberikan nomor pengenal kepada individu populasi yang homogen secara
merata dan berurutan
2)
Ditentukan
proporsi sampel yang akan diambil, misalnya untuk populasi 100 dengan sampel
sejumlah 10, berarti proporsinya 10/100 =1/10 atau 10%
3)
Sampel yang
pertama ditentukan satu di antara 10 nomor urut pertama secara acak sederhana,
misalnya nomor 5, maka sampel berikutnya adalah nomor 15, 25, 35, 45, 55, 65,
75, 85, 95.
Metode
“systematic sampling” dapat digunakan dalam keadaan (Teken, 1965 : 71)
1. Apabila nama
atau identifikasi dari satuan-satuan individu dalam populasi itu terdapat dalam
suatu daftar, sehingga satuan-satuan tersebut dapat diberi nomor urut.
2. Apabila populasi itu mempunyai pola beraturan,
seperti blok-blok dalam kota itu dapat diberi nomor urut, sedang rumah- rumah
pada suatu jalan biasanya sudah mempunyai nomor urut (Djarwanto, dkk, 1985 :
116).
Keuntungannya
:
a.
Dapat dipilih apabila acak sederhana
tidak mungkin untuk dilaksanakan
b.
Unit sampel dapat secara teratur penyebarannya
dalam populasi sehingga dapat lebih dapat mewakili populasi dibanding dengan
acak sederhana.
c.
Pada
kondisi-kondisi tertentu, rumus-rumus untuk penghitungan parameter dan varians
dari acak sederhana dapat digunakan untuk acak sistimatik
Kekurangannya :
a. Kesalahan
besar dapat terjadi karena kerangka sampling dibuat berdasarkan siklus yang
tertentu dengan sebagai jarak dari siklus tersebut. Misalnya, melakukan recall
24 jam secara berulang untuk hari tertentu dalam 1 minggu. Secara acak
sistimatik dari angka 1 (Minggu) sampai 7 (Sabtu) terpilih angka 4 (Rabu),
sehingga recall dilakukan hanya untuk hari Rabu saja, sehingga tidak
dapat mewakili hari-hari dalam seminggu.
b.
Mempunyai kesulitan di lapangan
seperti juga pada acak sederhana.
Misalnya
kita menghendaki sebuah sampel berukuran 85 dari sebuah populasi yang berukuran
850. Setelah setiap individu dari
populasi itu diberi nomor urut 001 sampai dengan 850. Maka bagilah individu
menjadi 85 kumpulan (sub-populasi) dimana setiap kumpulanSub-populasi pertama
berisi individu bernomor 001 sampai dengan 010, sub populasi kedua berisi
individu dengan nomor 011 sampai dengan 020 dan seterusnya sampai sub populasi
yang ke-85 berisi individu dengan nomor 841 sampai dengan 850. Dari
subpopulasi pertama kita gunakan “tabel bilangan random” untuk mendapatkan
sebuah anggota dari sampel yang dikehendaki. Misalkan jatuh pada nomor 005,
maka dari subpopulasi kedua diambil individu dengan nomor 005 + 010 = 015, dari
kumpulan ketiga individu bernomor =015 + 010 = 025 dan seterusnya (Djarwanto,
dkk, 1985 : 226).
c. Jika dari subpopulasi pertama, individu yang diambil secara random
jatuh pada nomor 003, maka individu berikutnya perlu diselidiki untuk sampel
itu adalah yang bernomor 013, 023, 033….dan seterusnya.
Jenis-jenis metode pengambilan
sampel berdasarkan stratifikasi
Misalkan
kita bermaksud memperkirakan penghasilan rata-rata pertahun dari (N = 30.000)
kepala keluarga yang bermukim di suatu wilayah pedesaan atau pertanian.
Perkiraan penghasilan rata-rata ini akan didasarkan pada sebuah sampel
berukuran (η = 60).
Misalnya populasi itu dapat dibagi-bagi menjadi beberapa strata, yakni :
petani, buruh tani, dan lain-lain.
Stratum
|
Macam Pekerjaan
|
Banyaknya
|
1
|
Petani
|
15.000
|
2
|
Buruh Tani
|
10.000
|
3
|
Lain-lain
|
5.000
|
Jumlah
|
30.000
|
|
4.
Pengambilan sampel acak secara
bertahap (Multistage Random Sampling)
Cara ini
merupakan salah satu model pengambilan sampel secara acak yang pelaksanaannya
dilakukan dengan membagi populasi menjadi beberapa fraksi yang dihasilkan
dibagi lagi menjadi fraksi-fraksi yang lebih kecil kemudian diambil sampelnya. Pembagian menjadi fraksi ini dilakukan terus sampai pada unit sampel yang
diinginkan. Unit sampel pertama disebut Primary Sampling Unit (PSU).
PSU dapat berupa fraksi besar
atau fraksi kecil. Pengambilan sampel acak setingkat ini biasanya
digunakan bila kita ingin mengambil sampel dengan jumlah yang tidak banyak pada
populasi yang besar.
Pada pengambilan acak dengan PSU besar akan mempunyai keuntungan
sebagai berikut :
1.
Varian yang
relatif kecil untuk biaya setiap unit
2.
Kontrol
terhadap kesalahan tak sampling menjadi lebih baik
3.
Penelitian
ulang membutuhkan biaya yang relatif kecil
4.
Kontrol
terhadap liputan penelitian lebih mudah dilakukan
Pengambilan dengan PSU kecil mempunyai ketepatan yang lebih tinggi
dibandingan dengan PSU besar, karena populasi dibagi menjadi menjadi
fraksi-fraksi kecioll yang banyak jumlahnya hingga pengambilan
sampel dapat dilakukan secara merata pada seluruh populasi.
Kerugian
Pada PSU besar, penggambaran terhadap kurang baik, sedangkan dengan PSU
kecil hanya dapat dilakukan bila individu dalam populasi tersebar dan
transportasi mudah (Budiarto, eko : 2005 :21).
5. Cluster random sampling
Pengambilan sampel acak dengan kelompok dilakukan apabila kita akan
mengadakan suatu penelitian dngan mengambil kelompok unit dasar sebagai sampel.
Cluster sampling dapat dilakukan denga membagi populasi menjadi bebeapa
blok sebagai cluster dan dilakukan pangambilan sampel kelompok tersebut.
Misalnya kita akan mengadakan penelitian tentang status gizi anak Sekolah
Dasar di suatu kotaa maka diambil sampel sekolah sebagai unti sampel. Bila
seluruh murid SD sampel diteiliti status gizinya maka disebut one
stage Simple Cluster Sampling. Namun, bila diperoleh sampel sekolah
dilakukan pengambilan sampel lagi maka disebut Two Stage Simple Cluster
Sampling.
Sampel yang diperlukan terdiri
atas individu-individu (anggota) yang berada dalam kelompok yang terpilih itu.
Jika kelompok-kelompok tersebut merupakan pembagian daerah-daerah geografis,
maka cluster sampling ini disebut juga area sampling (Djarwanto, 1985 : 87).
Misalkan kita ingin memilih sebuah
sampel berukuran 100 kepala keluarga dengan cara cluster sampling dari populasi
dari poopulasi tentang perumahan
C. Metode
pengambilan sampel non random sampling
1. Pengambilan sampel seadanya (accidental sampling)
Pengambilan
sampel berdasarkan kebetulan bertemu. Sebagai contoh, dalam menentukan
sampel apabila dijumpai ada, maka sampel tersebut diambil dan langsung
dijadikan sebagai sampel utama (Hidayat, AA Aziz ‘Alimul, 82)
2.
(quota sampling)
Menurut KBBI quota artinya jatah. Pengambilan sampel berdasarkan
pertimbangan)
Cara pengambilan sampel dengan jatah hampir sama dengan pengambilan sampel
seadanya, tetapi dengan kontrol yang lebih baik untuk mengurangi terjadinya
bias. Pelaksanaan pengambilan sampel dengan jatah sangat tergantung pada
peneliti, tetapi dengan kriteria dengan jumlah yang telah ditentukan
sebelumunya.
Contoh tentang tingkat pendidikan masyarakat. Dalam hal ini telah
ditentukan jumlahnya, yaitu sebanyak 100 orang dengan kriteia 50 orang
laki-laki dan 50 orang wanita yang berumur 20 sampai dengan 35 tahun, tetapi 50
orang laki-laki dan 50 orang wanita mana yang akan diteliti tergantung
sepenuhnya pada peneliti ( (Budiarto, eko, 2002 : 26).
3.
Pengambilan
sampel berdasarkan pertimbangan (purposif sampling)
Adalah pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sehingga
keterwakilannya ditentukan peneliti berdasarkan pertimbangan orang yang telah
berpengalaman berbagai pihak.
Cara ini lebih baik dari 2 cara sebelumnya karena berdasarkan
pengalaman berbagai pihak.
Sampel diambil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari
penyelidik. Dalam kuota sampling, para pencaca diminta untuk wawancara dengan
sejumlah individu yang mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu
(Jarwanto,dkk, 1985 :119). Misalnya untuk mengetahui pendapat umum tentang
sesuatu hal yang sedang diselidiki, sipeneliti dapat berwawancara dengan 18
orang keturunan Cina yang mempunyai penyakit Diabetes Militus, 25 orang
India yang tinggal di Indonesia yang mempunyai penyakit ISPA, 76 orang
Indonesia yang mempunyai penyakit Diare.
D.
Besar sampel
Pertimbangan representatif yaitu yang menyangkut jumlah minimum yang
menyangkut minimum sampel yang masih menjamin represantif terhadap populasi
Pertimbangan analisis yaitu pertimbangan jumlah minimum sampel yang dapat
dianalisis secara kuantitatif
a.
Tingkat homogenitas
b.
Banyaknya variabel
c.
Jenis rancangan
d.
Teknik analisis
Rumus Besar
sampel 1 populasi adalah sebagai berikut :
1.
Untuk estimasi
1. Apabila sampling menggunakan teknik simple random sampling
1)
Data kontinu
Untuk data
kontinu jika populasinya infinit (tidak diketahui), maka rumus besar sampelnya
adalah (Hidayat, AA Aziz ‘Alimul, 2007 : 72):
n = Z21-α/2ơ2
d2
Keterangan :
n
= Besar sampel minimum
Z21- α/2 = Nilai
distribusi normal baku (Tabel Z)
ơ2 = Harga
varians di populasi
d = Kesalahan absolut yang
dapat ditolerans
Untuk data kontinu untuk jika
populasinya finit atau diketahui, maka rumus besar sampelnya adalah :
n
= NZ21- α/2 α2
(N-1).d2 + Z21-α/2ơ2
Keterangan :
N = besar populasi
N = besar populasi
2) Data proporsi
Untuk data proporsi jika populasinya infinit (tidak diketahui), maka rumus
besar sampelnya adalah (Hidayat, AA Aziz ‘Alimul) :
n = Z21-α/2.P(1-P)
d2
Keterangan :
n
= Besar sampel minimum
Z21-α = Nilai distribusi normal baku
(tabel Z) pada α tertentu
P
= Harga proporsi di populasi
d
= Kesalahan (absolut) yang dapat ditoleransi
Untuk data proporsi jika populasinya finit (diketahui), maka rumus
besar sampelnya adalah :
n
=
Z21-α/2.P(1-P)
(N-1).d2 + Z21-α/2.P (1-P)
Keterangan :
N = Besar
populasi
2. Stratified
Radom sampling
1). Data kontinu
2). Data proporsi
3. Data kontinu
4.
proporsi
5.
Uji
Hipotesis
E.
Kesalahan
sampel
Pada umumnya kesalahan ini sering
terjadi pada waktu menelaah sampel yang akan dipakai sebagai dasar untuk
membuat kesimpulan mengenai populasi darimana sampel itu diambil.
Penelitian yang dilakukan
terhadap sampel yang diambil dari suatu populasi dan penelitian terhadap
populasi itu jelas akan berbeda hasilnya. Perbedaan hasil penelitian inilah
yang dinamakan kesalahan sampling (Djarwanto, 1985 : 89).
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada populasi yang
diteliti itu adalah sampel (bagian yang diteliti dari populasi). Hal ini
dilakukan untuk memudahkan proses dan penyimpulan data penelitian dan
meringankan biaya penelitian. Sampling adalah cara dalam pengambilan
sampel.
Ada 2 teknik sampling yaitu
random samping (Symple Random Sampling, Stratified Random Sampling,
Systimatic Random Sampling, Cluster Random Sampling, Cluster Random Sampling).
Selanjutnya teknik non random sampling (Accidental Random Sampling, Quota
Random Sampling, Purposif Random Sampling).
Besar sampel didapat ditentukan
dengan rumus besar sampel berdasarkan teknik pengambilan sampel. Selain itu
juga tergantung pada jenis data yaitu data proporsi dan data kontinu.
B.
Saran
Diharapkan kesalahan dalam penelitian diminimalisir atau
penyimpangan-penyimpangan diperkecil. Oleh karena itu, kesalahan
diperkecil dengan pemakaian metode pengambilan sampel yang tepat,
sedangkan kesalahan nonsampling dapat diperkecil dengan perencanaan dan pelaksanaan
penelitian yang hati-hati dan teliti.
DAFTAR
PUSTAKA
http://ibrahim-muhlis.blogspot.co.id/2011/02/teknik-pengambilan-sampel.html
SOAL
PERTAYAAN
1.
Apa perbedaan antara sampel dan sampling?
(pertayaan Hasbudi)
Jawab:
Sampel adalah
bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (menurut arti kata sampel
berarti contoh) sedangkan Sampling
adalah teknik cara atau teknik yang dipergunakan untuk mengambil sampel.
2.
Coba sebutkan dan jelaskan 8 non random sampel yang di
pergunakan
(pertayaaan Samsul Rizal )
Jawab :
q Proportional sampling adalah pengambilan sampel yang memperhatikan
pertimbangan unsur-unsur atau kategori dalam populasi penelitian.
q Stratified sampling adalah cara pengambilan sampel dari populasi yang terdiri dari strata
yang mempunyai susunan bertingkat.
q Proporsive
sampling adalah cara pengambilan sampel dengan menetapkan ciri yang sesuai
dengan tujuan.
q Quota sampling
adalah ruang dan tempat belajar baik yang tersedia dirumah maupun dikampus.
q Double sampling
atau sampling kembar sering digunakan dalam research dan penelitian yang
menggunakan angket lewat usaha menampung mereka dan mengembalikan dalam angket.
q Area probability sampling adalah cara pengambilan sampel yang menunjukkan cara
tertentu atau bagian sampel yang memiliki ciri-ciri populasi.
q Cluster sampling adalah cara pengambilan sampel yang berdasarkan pada cluster-cluster
tertentu.
q Combinet adalah
gabungan antara beberapa sampling dalam teknik random sampling dan teknik non
random sampling di atas sehingga menyiapkan tampilan komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar